BOLEHKAH WANITA MENYEMBELIH BINATANG?
Bolehkah seorang wanita menyembelih
binatang? (085280217376)
Jawab :
Boleh hukumnya seorang wanita menyembelih
binatang. Demikian kesepakatan (ijma') seluruh ulama tanpa ada
perbedaan pendapat. (M. Adib Kalkul, Ahkam Al-Udh-hiyah wa Al-'Aqiqah
wa at-Tadzkiyah, hal. 63; Nada Abu Ahmad, Al-Jami' li Ahkam
Al-Udh-hiyah, hal. 32).
Imam Ibnul Mundzir menukilkan ijma'
tersebut dalam kitabnya Al-Ijma' :
وأجمعوا على إباحة ذبيحة الصبي والمرأة إذا أطاقا الذبح، وأتيا على ما يجب أن يؤتى عليه
"Mereka [para ulama] bersepakat mengenai
bolehnya penyembelihan oleh anak-anak dan wanita, dengan syarat keduanya
mampu menyembelih dan melaksanakan apa-apa yang wajib ada dalam
penyembelihan." (Ibnul Mundzir, Al-Ijma', hal. 18).
Dalil-dalil yang membolehkan wanita
menyembelih adalah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari :
أَنَّ جَارِيَةً لِكَعْبِ بْنِ مَالِكٍ كَانَتْ تَرْعَى غَنَمًا بِسَلْعٍ فَأُصِيبَتْ شَاةٌ مِنْهَا فَأَدْرَكَتْهَا فَذَبَحَتْهَا بِحَجَرٍ فَسُئِلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ كُلُوهَا
"Bahwa seorang budak perempuan milik
Ka'ab bin Malik pernah menggembalakan kambing-kambing di Sala' [nama
tempat]. Lalu seekor kambing di antaranya terkena sesuatu, lalu budak
itu mendapatinya dan menyembelih kambing itu dengan batu. Kemudian Nabi
SAW ditanya mengenai hal itu dan Nabi SAW berkata,"Makanlah kambing
itu." (HR Bukhari, no 5081; Ath-Thahawi, Musykilul Atsar,
7/3).
Dalam riwayat Imam Ahmad, terdapat
penjelasan bahwa kambing yang disembelih itu sebelumnya telah digigit
serigala.
عَنِ ابْنِ كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ جَارِيَةً لِكَعْبٍ كَانَتْ تَرْعَى غَنَمًا لَهُ بِسَلْعٍ فَعَدَا الذِّئْبُ عَلَى شَاةٍ مِنْ شَائِهَا فَأَدْرَكَتْهَا الرَّاعِيَةُ فَذَكَّتْهَا بِمَرْوَةٍ فَسَأَلَ كَعْبُ بْنُ مَالِكٍ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَمَرَهُ بِأَكْلِهَا
"Diriwayatkan dari Ka'ab bin Malik, bahwa
seorang budak perempuan milik Ka'ab pernah menggembalakan kambingnya di
Sala'. Lalu seekor kambing diserang serigala. Penggembala itu
mendapatinya lalu menyembelihnya dengan sebuah batu api. Ka'ab bin Malik
lalu bertanya kepada Nabi SAW, lalu Nabi SAW memerintahkan Ka'ab untuk
memakan kambing itu." (HR Ahmad, no 15205; Imam Syaukani, Nailul
Authar, 13/22).
Berdasarkan hadis tersebut, Imam Ibnu
Qudamah berkata :
وَفِي هَذَا الْحَدِيثِ فَوَائِدُ سَبْعٌ ؛ أَحَدُهَا ، إبَاحَةُ ذَبِيحَةِ الْمَرْأَةِ
"Dalam hadis ini terdapat tujuh
faidah. Yang pertama, bolehnya penyembelihan oleh wanita…" (Ibnu
Qudamah, Al-Mughni, 21/370).
Selain hadis di atas, terdapat pula hadis
lain sebagaimana disebutkan dalam Shahih Bukhari :
وأمر أبو موسي بناته أن يضحين بأيديهن
"Abu Musa [Al-Asy'ari] pernah
memerintahkan anak-anak perempuannya untuk menyembelih sendiri dengan
tangan-tangan mereka." (HR Bukhari, no 5132).
Imam Ibnu Hajar Al-'Asqalani dalam kitabnya
Fathul Bari, menukilkan pendapat terkait hadis tersebut :
قَالَ اِبْن التِّين فِيهِ جَوَاز ذَبِيحَة الْمَرْأَة
"Ibnu At-Tiin berkata,'Dalam hadis ini
terdapat dalil bolehnya wanita menyembelih…" (Ibnu Hajar Al-Asqalani, Fathul
Bari, 16/24).
Berdasarkan penjelasan-penjelasan di atas,
jelaslah bahwa boleh hukumnya seorang wanita menyembelih binatang. Wallahu
a'lam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar