10 Hal yang Tidak Bermanfaat dan Sia-sia
Posted on April 21, 2010 by Situs islam: www.almanhaj.or.id , www.alsofwah.or.id , www.muslim.or.id
PENULIS: USTADZ MUHAMMAD ABDUH TUASIKAL
http://rumaysho.com/
Alhamdulillah wa shalaatu wa salaamu ‘ala Rosulillah wa ‘ala alihi wa shohbihi ajma’in.
Ibnu Qoyyim Al Jauziyah mengatakan bahwa ada sepuluh hal yang tidak bermanfaat.
Pertama: memiliki ilmu namun tidak diamalkan.
Kedua: beramal namun tidak ikhlash dan tidak mengikuti tuntunan nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Ketiga: memiliki harta namun enggan untuk menginfakkan. Harta
tersebut tidak digunakan untuk hal yang bermanfaat di dunia dan juga
tidak diutamakan untuk kepentingan akhirat.
Keempat: hati yang kosong dari cinta dan rindu pada Allah.
Kelima: badan yang lalai dari taat dan mengabdi pada Allah.
Keenam: cinta yang di dalamnya tidak ada ridho dari yang dicintai dan cinta yang tidak mau patuh pada perintah-Nya.
Ketujuh: waktu yang tidak diisi dengan kebaikan dan pendekatan diri pada Allah.
Kedelapan: pikiran yang selalu berputar pada hal yang tidak bermanfaat.
Kesembilan: pekerjaan yang tidak membuatmu semakin mengabdi pada Allah dan juga tidak memperbaiki urusan duniamu.
Kesepuluh: rasa takut dan rasa harap pada makhluk yang dia
sendiri berada pada genggaman Allah. Makhluk tersebut tidak dapat
melepaskan bahaya dan mendatangkan manfaat pada dirinya, juga tidak
dapat menghidupkan dan mematikan serta tidak dapat menghidupkan yang
sudah mati.
Itulah sepuluh hal yang melalaikan dan sia-sia. Di antara sepuluh hal
tersebut yang paling berbahaya dan merupakan asal muasal segala macam
kelalaian adalah dua hal yaitu: hati yang selalu lalai dan waktu yang tersia-siakan.
Hati yang lalai akan membuat seseorang mengutamakan dunia daripada akhirat, sehingga dia cenderung mengikuti hawa nafsu. Sedangkan menyia-nyiakan waktu akan membuat seseorang panjang angan-angan.
Hati yang lalai akan membuat seseorang mengutamakan dunia daripada akhirat, sehingga dia cenderung mengikuti hawa nafsu. Sedangkan menyia-nyiakan waktu akan membuat seseorang panjang angan-angan.
Padahal segala macam kerusakan terkumpul karena mengikuti hawa nafsu
dan panjang angan-angan. Sedangkan segala macam kebaikan ada karena
mengikuti al huda (petunjuk) dan selalu menyiapkan diri untuk berjumpa
dengan Rabb semesta alam.
Semoga kita selalu mendapatkan ilmu yang bermanfaat. Segala puji bagi
Allah, yang dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna.
Rujukan: Al Fawa’id, Ibnu Qoyyim Al Jauziyah, hal. 108, Darul ‘Aqidah, cetakan pertama, 1425 H.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar